Ramadhan

Kata Ramadhan berasal langsung dari Allah Ta’ala seperti Allah Ta’ala berfirman,

شَہۡرُ رَمَضَانَ الَّذِیۡۤ اُنۡزِلَ فِیۡہِ الۡقُرۡاٰنُ ہُدًی لِّلنَّاسِ وَ بَیِّنٰتٍ مِّنَ الۡہُدٰی وَ الۡفُرۡقَانِ ۚ فَمَنۡ شَہِدَ مِنۡکُمُ الشَّہۡرَ فَلۡیَصُمۡہُ ؕ وَ مَنۡ کَانَ مَرِیۡضًا اَوۡ عَلٰی سَفَرٍ فَعِدَّۃٌ مِّنۡ اَیَّامٍ اُخَرَ ؕ یُرِیۡدُ اللّٰہُ بِکُمُ الۡیُسۡرَ وَ لَا یُرِیۡدُ بِکُمُ الۡعُسۡرَ ۫ وَ لِتُکۡمِلُوا الۡعِدَّۃَ وَ لِتُکَبِّرُوا اللّٰہَ عَلٰی مَا ہَدٰٮکُمۡ وَ لَعَلَّکُمۡ تَشۡکُرُوۡنَ ﴿۱۸۶﴾

“Bulan Ramadhan ialah bulan yang di dalamnya Al-quran diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan yang nyata mengenai petunjuk dan furqan. Maka, barangsiapa sakit atau dalam perjalanan, maka hendaklah berpuasa sebanyak bilangan itu pada hari-hari lain. Allah menghendaki keringanan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu, dan Dia menghendaki supaya kamu menyempurnakan bilangan itu dan supaya kamu mengagungkan Allah, karena Dia memberi petunjuk kepadamu dan supaya kamu bersyukur. ”. (QS Al-Baqarah [2]: 186)

Definisi Ramadhan

Dalam Bahasa Arab [1], asal kata Romadhon adalah ro-ma-dho. artinya sebagai berikut:

Artinya:

  • Intensitas panas dan cahaya matahari jatuh pada pasir dan batu
  • Hujan datang sebelum musim gugur dan bumi menjadi panas
  • Puasa Ramadhan

Makna Ramadhan

Dalam Tafsir QS Al Baqarah (2) ayat 186 disebutkan bahwa Ramadhan itu bulan kesembilan tahun Qamariyah. Orang-orang mengatakan ramadha ash-shai’mu, artinya, bagian dalam tubuh orang yang berpuasa menjadi sangat panas dan haus karena berpuasa. Bulan itu disebut seperti itu karena:

  • Puasa di bulan itu menimbulkan panas disebabkan haus.
  • Beribadah di bulan ini, membakar habis bekas-bekas dosa manusia.
  • Karena ibadah-ibadah di bulan itu, menimbulkan dalam hati manusia dalam hati manusia kehangatan cinta kepada Khalik-nya dan kepada sesama manusia. Kata romadho itu istilah asli Islam sedangkan nama sebelumnya ialah natiq [2]

Dalam Ensiklopedi Wikipedia, tertulis bahwa Ramadan berasal dari akar kata ro-ma-dho, yang berarti panas yang menyengat. Bulan kesembilan selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat. Sejak pagi hingga petang batu-batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh sengatan matahari musim panas yang waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malamnya. Di malam hari panas di bebatuan dan pasir sedikir reda, tapi sebelum dingin betul sudah berjumpa dengan pagi hari. Demikian terjadi berulang-ulang, sehingga setelah beberapa pekan terjadi akumulasi panas yang menghanguskan. Hari-hari itu disebut bulan Ramadan, bulan dengan panas yang menghanguskan.[3]

Keberkahan Bulan Ramadhan

Mengenai bulan ini, Rasulullah saw pernah bersabda yang diriwayatkan dalam hadits Al-Bukhari, yaitu “Apabila bulan Ramadhan datang, maka pintu-pintu langit dibuka sedangkan pintu-pintu jahannam ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu”.[4]

Ramadhan Bulan Pengampunan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menyampaikan bahwa Ramadhan ke Ramadhan berikutnya akan menjadi penghapus dosa dengan syarat menjauhi dosa besar.[5]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: “…dan barangsiapa yang melaksanakan shaum Ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya”. (H.R. Bukhari) [6]

Pahala Dilipat-Gandakan

Di bulan Ramadhan Allah Ta’ala melipat gandakan pahala ibadah-ibadah. Salah satu contohnya adalah pahala orang yang melakukan umroh akan diganjar dengan ganjaran ibadah haji. [7]

Bulan Pengabulan Doa

Setelah Allah Ta’ala di ayat-ayat sebelumnya menjelaskan mengenai bulan Ramadhan, kemudian Allah Ta’ala berfirman mengenai pengabulan doa,

وَ اِذَا سَاَلَکَ عِبَادِیۡ عَنِّیۡ فَاِنِّیۡ قَرِیۡبٌ ؕ اُجِیۡبُ دَعۡوَۃَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ ۙ فَلۡیَسۡتَجِیۡبُوۡا لِیۡ وَ لۡیُؤۡمِنُوۡا بِیۡ لَعَلَّہُمۡ یَرۡشُدُوۡنَ ﴿۱۸۷﴾

Artinya: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepada engkau tentang Aku maka katakanlah sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa-doa orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, karena itu hendaklah mereka menyambut seruan-Ku dan beriman kepada-Ku supaya mereka mendapat petunjuk. (QS Al-Baqarah [002]: 187 dengan basmallah)

Hal serupa disampaikan oleh Rasulullah saw. bahwa ada tiga orang yang tidak akan ditolak doanya, salah satunya adalah orang yang berpuasa hingga berbuka.[8]

Catatan kaki