Khotbah-huzur-20220211

Dari Media Isa
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Ringkasan Khutbah Jum’at Kutipan dari Khutbah Jum'at yang disampaikan oleh Hadhrat Khalīfatul-Masīh V aba pada 11 Februari 2022 di Masjid Mubarak Islāmabad, Tilford, Inggris.

Setelah membaca tasyahud, ta'awwuz dan Surah al-Fatihah, Khalifatul Masih Al-Khamis, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad aba. bersabda, diriwayatkan bahwa Hadhrat Abu Bakar ra. melihat sebuah mimpi yang berhubungan dengan peristiwa Fatah Mekah.

Mimpi Hadhrat Abu Bakar ra. Berkenaan Dengan Mekah

Hadhrat Abu Bakar ra. berkata kepada Hadhrat Rasulullah saw. bahwa beliau ra. melihat di dalam sebuah mimpi, ketika Hadhrat Rasulullah saw. telah sampai di dekat kota Mekah, ada seekor anjing yang datang menghampiri mereka. Anjing itu lalu terlentang dan air susu mulai keluar darinya. Menanggapi mimpi beliau ra. tersebut, Hadhrat Rasulullah saw. bersabda bahwa keburukan mereka telah lenyap dan kemenangan sudah dekat, serta orang-orang Mekah akan berada di bawah perlindungannya.

Umat Muslim Memasuki Kota Mekah Dengan Damai

Hudhur aba. bersabda, saat peristiwa Penaklukan Mekah/Fatah Mekah, Hadhrat Rasulullah saw. dan umat Muslim memasuki kota Mekah melalui Arafat. Ketika Hadhrat Rasulullah saw. mengumumkan maksud kedatangan beliau saw. yaitu untuk memberikan jaminan keamanan dan perdamaian, Hadhrat Abu Bakar ra. berkata kepada Hadhrat Rasulullah saw, bahwa Abu Sufyan mencari kehormatan. Oleh karena itu, Hadhrat Rasulullah saw. bersabda bahwa siapa pun yang memasuki rumah Abu Sufyan, maka ia akan dilindungi. Kemudian, Hadhrat Rasulullah saw. memerintahkan untuk menghancurkan berhala Hubal. Ketika Abu Sufyan diingatkan bahwa berhala ini (Hubal) adalah berhala yang dulu ia agung-agungkan pada hari Uhud, Abu Sufyan menjawab dengan mengatakan bahwa jika ada Tuhan selain Tuhannya Nabi Muhammad saw., maka peristiwa Fatah Mekah ini tidak akan pernah terjadi. Hadhrat Rasulullah saw. lalu duduk di salah satu sudut Ka'bah. Orang-orang pun berkumpul mengelilingi beliau saw. Hadhrat Abu Bakar ra. berdiri untuk berjaga-jaga di samping Hadhrat Rasulullah saw.

Kaum Kafir Berkumpul di Hunain

Hudhur aba. bersabda, setelah peristiwa Fatah Mekah, suku-suku Arab lainnya menjadi ketakutan jangan-jangan mereka juga akan dikejar oleh Hadhrat Rasulullah saw. dan pasukan Muslim. Oleh karena itu, mereka berkumpul di suatu tempat di dekat Hunain. Ketika Hadhrat Rasulullah saw. mengetahui hal tersebut, beliau saw. bersama dengan 12.000 orang pasukan Muslim pergi ke Lembah Hunain. Di sana, orang-orang kafir sudah bersembunyi, dan ketika pasukan Muslim tiba, mereka langsung menembakkan rentetan anak panah ke arah kaum Muslim. Akibatnya, kaum muslim bercerai berai dan pergi berlarian. Akan tetapi, Hadhrat Abu Bakar ra. termasuk di antara orang-orang yang tetap teguh bersama dengan Hadhrat Rasulullah saw. Ketika jumlah pasukan Muslim menjadi sangat berkurang jumlahnya, bahkan hanya tersisa 12 orang saja, Hadhrat Abu Bakar ra. lalu memegang tali kekang kuda Hadhrat Rasulullah saw. dan menyarankan agar mereka sebaiknya mundur. Akan tetapi, Hadhrat Rasulullah saw. malah memerintahkan beliau ra. untuk melepaskan tali kekang kuda beliau saw. dan dengan penuh gagah berani, beliau saw. tetap berderap maju. Pada akhirnya, umat Islam dapat mengalahkan pasukan musuh.

Hudhur aba. bersabda bahwa setelah Pertempuran di Hunain itu, beberapa orang kafir melarikan diri ke Taif untuk mencari perlindungan. Oleh karena itu, setelah kembali dari Hunain, Hadhrat Rasulullah saw. dan pasukan Muslim langsung mengepung Taif. Ada berbagai riwayat tentang berapa lama pengepungan itu berlangsung, mulai dari 10 hingga 40 hari. Hadhrat Rasulullah saw. lalu melihat sebuah mimpi yang kemudian beliau saw. ceritakan kepada Hadhrat Abu Bakar ra. Berdasarkan mimpi tersebut, Hadhrat Abu Bakar ra. berpendapat bahwa mungkin apa yang mereka kehendaki, tidak akan berhasil mereka raih. Hadhrat Rasulullah saw. pun setuju dan akhirnya beliau saw. memerintahkan pasukan Muslim untuk kembali.

Hadhrat Abu Bakar ra. Menyerahkan Seluruh Harta yang dimilikinya untuk Dikorbankan di jalan-Nya

Hudhur aba. bersabda, Hadhrat Abu Bakar ra. menemani Hadhrat Rasulullah saw. selama peristiwa Perang Tabuk. Hadhrat Rasulullah saw. menyerahkan bendera Islam kepada Hadhrat Abu Bakar ra. Untuk tujuan perang tersebut, Hadhrat Rasulullah saw. menginstruksikan umat Islam untuk melakukan pengorbanan harta. Hadhrat Abu Bakar ra. lalu membawa seluruh harta miliknya dan memberikannya kepada Hadhrat Rasulullah saw. Ketika Hadhrat Rasulullah saw. bertanya kepada beliau ra, apakah ia menyisakan sesuatu untuk keluarganya di rumah, maka Hadhrat Abu Bakar ra. menjawab bahwasanya beliau ra. tidak meninggalkan apa-apa untuk keluarganya, selain Allah Ta’ala dan Rasulnya. Di kemudian hari, Hadhrat Umar ra. sering berkata bahwasanya beliau ra. berniat untuk mempersembahkan pengorbanan harta yang jauh lebih besar daripada Hadhrat Abu Bakar ra. Oleh karena itu, beliau ra. mempersembahkan setengah dari harta kekayaan yang dimilikinya kepada Hadhrat Rasulullah saw. Namun, beliau ra. mengetahui bahwa ternyata Hadhrat Abu Bakar ra. telah mengorbankan seluruh harta kekayaan yang dimilikinya. Oleh karena itu, Hadhrat Umar ra. berkata bahwa beliau ra. tidak akan pernah bisa melampaui standar pengorbanan harta dari Hadhrat Abu Bakar ra.

Suatu ketika, seorang sahabat bertemu dengan Hadhrat Rasulullah saw., Hadhrat Abu Bakar ra., dan Hadhrat Umar ra., yang sedang menggali kuburan setelah wafatnya Hadhrat Abdullah Dzul-Yadain. Hadhrat Rasulullah saw. berada di dalam kuburan, sementara itu, Hadhrat Abu Bakar ra. dan Hadhrat Umar ra. sedang menurunkan jenazah almarhum ke arah beliau saw. Setelah menguburkannya, Hadhrat Rasulullah saw. pun berdoa untuk almarhum.

Hudhur aba. bersabda bahwa pada tanggal 9 Hijriah, Hadhrat Rasulullah saw. menunjuk Hadhrat Abu Bakar ra. sebagai pemimpin ekspedisi yang akan melakukan ibadah haji. Hadhrat Abu Bakar ra. lalu pergi bersama dengan 300 orang sahabat ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji.

Hudhur aba. bersabda bahwa beliau aba. akan melanjutkan kembali khutbah berkenaan dengan peristiwa-peristiwa di dalam kehidupan Hadhrat Abu Bakar ra. pada khutbah yang akan datang.

Shalat Jenazah Ghaib

Hudhur aba. bersabda bahwa beliau aba. akan memimpin salat jenazah untuk almarhumah Amatul Latif Khurshid yang tinggal di Kanada, dan merupakan istri dari almarhum Sheikh Khurshid Ahmad, Asisten Editor Al Fazl, Rabwah. Almarhum meninggalkan tiga orang putra dan dua orang putri. Salah satu cucu almarhumah yaitu Waqas Khurshid adalah seorang mubaligh di Amerika Serikat. Hudhur aba. bersabda bahwa seluruh anggota keluarga almarhumah merupakan orang-orang yang sangat terpelajar. Almarhumah mengkhidmati jemaat ini dalam berbagai jabatan, baik di Qadian, Rabwah maupun di Kanada. Almarhumah mengajari semua anak-anaknya bahwa jika ada suatu perkataan yang menentang Jemaat atau Khilafat, maka mereka tidak boleh mendengarkannya, dan apabila mereka terpaksa mendengarkannya, mereka tidak boleh mengulanginya lagi. Almarhumah memiliki ilmu pengetahuan yang sangat luas. Almarhumah juga selalu memberikan bantuan kepada keluarga yang pindah ke Kanada. Almarhumah sangat mencintai Khilafat dan ia berpesan kepada anak-anaknya untuk selalu mendoakan Khalifah. Almarhumah juga bisa mengajarkan bacaan AlQur'an yang benar kepada banyak sekali anak-anak. Almarhumah sering menceritakan kisah tentang sejarah dari jemaat ini, sehingga dengan begitu, ia telah mengajarkan generasi yang lebih muda itu tentang sejarah dari Jemaat ini. Almarhumah mengajari anak keturunannya tentang bagaimana menjaga keimanan mereka ketika hidup ditengah-tengah masyarakat Barat. Hudhur aba. bersabda bahwa almarhumah adalah contoh teladan mengenai bagaimana cara membesarkan dan melindungi generasi masa depan kita yang tinggal di dunia Barat, sembari menyelamatkan mereka juga dari segala perasaan “rendah diri”. Hudhur aba. berdoa semoga Allah Ta’ala memperlakukan almarhum dengan maghfirah dan kasih sayang-Nya serta menganugerahkan karunia dan taufik kepada keturunannya untuk dapat terus melanjutkan kebaikan almarhumah semasa hidupnya.

Catatan

Diringkas oleh: The Review of Religions

Diterjemahkan oleh: IHR