Khotbah-huzur-20220218

Dari Media Isa
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Ringkasan Khutbah Jum’at Kutipan dari Khutbah Jum'at yang disampaikan oleh Hadhrat Khalīfatul-Masīh V aba pada 18 Februari 2022 di Masjid Mubarak Islāmabad, Tilford, Inggris.

Setelah membaca tasyahud, ta'awwuz dan Surah al-Fatihah, Khalifatul Masih Al-Khamis, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad aba. bersabda bahwa setiap tahun, pada tanggal 20 Februari, kita memperingati nubuatan Muslih Mau’ud, yang dinubuatkan oleh Hadhrat Masih Mau’ud as. tentang kelahiran seorang putra, sebagai jawaban terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Islam tidak dapat menunjukkan satu tanda apapun juga. Oleh karena itu, Hadhrat Masih Mau'ud as. mengumumkan bahwa salah satu tanda agung yang akan terwujud dengan perantaraan beliau as. adalah kelahiran seorang putra yang akan berumur panjang dan yang akan memberikan pengkhidmatan yang sangat luar biasa bagi agama Islam.

Hudhur aba. bersabda bahwa bukan hanya nubuatannya saja, akan tetapi, waktu spesifik kelahiran dari putra itu pun telah dinubuatkan juga dan di kemudian hari, nubuatan tersebut tergenapi, bersama dengan banyak tanda-tanda lainnya.

Kehidupan di Masa Awal Hadhrat Muslih Mau’ud ra.

Hudhur aba. bersabda, beliau aba. akan menyampaikan sisi-sisi kehidupan Hadhrat Muslih Mau’ud ra. di masa-masa awal beliau ra., kesehatan beliau ra., dan juga bagaimana Allah Ta’ala memperlakukan beliau ra.

Hudhur aba. bersabda bahwa salah satu nubuatan tentang putra yang dijanjikan adalah bahwa beliau akan berumur panjang. Namun, Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad ra. menggambarkan bahwa di masa kecil beliau, kesehatan beliau sangat buruk, sampai-sampai sering kali beliau berada di ambang perseteruan antara hidup dan mati. Diperkirakan bahwa seorang anak dengan kesehatan seperti itu tidak akan dapat berumur panjang. Selain itu, beliau juga memiliki penyakit mata, sampaisampai beliau tidak bisa melihat dengan salah satu mata beliau. Beliau ra. juga didiagnosa dengan berbagai penyakit lainnya. Dikarenakan penyakit-penyakitnya itu, beliau ra. mengalami kesulitan dalam menempuh pendidikan beliau. Guru-guru beliau ra. mengeluh kepada ayahanda beliau ra. yaitu Hadhrat Masih Mau'ud as. mengenai rapor beliau yang buruk di sekolah.

Hudhur aba. bersabda bahwa dengan mengetahui kondisi beliau seperti itu, siapa yang menyangka bahwa seorang anak dengan kesehatan yang buruk seperti itu akan dapat berumur panjang, sebagaimana yang tercantum di dalam nubuatan tersebut. Bahkan, salah satu nubuatan lainnya adalah bahwa beliau akan dipenuhi dengan ilmu zahir dan juga batin, meskipun beliau ra. tidak berprestasi di sekolah dasar beliau. Akan tetapi, Hadhrat Muslih Mau’ud ra. menyatakan bahwa nubuatan ini, bahwasanya “Ia akan dipenuhi dengan ilmu zahir dan juga ilmu batin”, dibuat oleh Allah Ta’ala. Oleh karena itu, terlepas dari rapor beliau di sekolah, beliau justru terus menerus menulis karya-karya yang sangat luar biasa dan tidak ada bandingannya. Dengan demikian, pasti, Allah Ta’ala sendirilah yang telah mengajari beliau ra.

Ilmu Pengetahuan Yang Dianugerahi Langsung oleh Allah Ta’ala

Hudhur aba. bersabda bahwa Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad ra. memberikan contoh bagaimana Allah Ta’ala sendiri yang telah menganugerahkan pengetahuan kepadanya. Suatu kali, ketika beliau ra. masih muda, beliau bermimpi di mana beliau mendengar bunyi lonceng yang sangat keras. Beliau kemudian melihat sebuah bingkai terbentuk, dan di dalam bingkai itu ada sebuah gambar. Gambar itu mulai bergerak, dan seketika, gambar itu keluar dari bingkai dalam bentuk seseorang. Orang itu berkata bahwa ia adalah malaikat Allah Ta’ala. Malaikat itu berkata bahwasanya ia telah diutus untuk mengajari beliau ra. tafsir dari surah al-Fatihah, yaitu surah pembukaan Al-Qur'an. Lalu, malaikat itu pun mulai mengajarkan kepada beliau tafsir surah al-Fatihah, sampai dengan ayat:

اِیَّاکَ نَعۡبُدُ وَاِیَّاکَ نَسۡتَعِیۡنُ ؕ﴿۵﴾

'Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah, kami memohon pertolongan.'

Malaikat itu kemudian mengatakan bahwa sampai saat ini, semua ahli tafsir menulis tafsir mereka hanya sampai dengan ayat itu. Kemudian ia pun melanjutkan kembali untuk mengajarkan tafsir dari seluruh surah tersebut kepada Hadhrat Muslih Mau’ud ra. Hal ini menandakan bahwa Hadhrat Muslih Mau’ud ra. telah dianugerahi ilmu pengetahuan yang sesungguhnya tentang Al-Qur'an. Hadhrat Muslih Mau’ud ra. membuat tantangan terbuka kepada dunia bahwa tidak ada yang bisa menandingi pengetahuannya tentang Al-Qur'an. Pernyataan ini benar, karena tidak ada yang sanggup menerima tantangan tersebut.

Hudhur aba. bersabda bahwa satu kali, ketika Hadhrat Muslih Mau’ud ra. masih muda, beliau ra. diundang untuk menyampaikan pidato setelah tim sepak bolanya memenangkan pertandingan. Beliau ra. tidak melakukan persiapan sama sekali. Beliau ra. lalu teringat akan mimpi yang beliau lihat tentang bingkai foto itu. Beliau ra. kemudian berdoa kepada Allah Ta’ala agar menganugerahkan ke dalam dirinya poinpoin tentang Surat al-Fatihah yang belum pernah dijelaskan sebelumnya oleh ahli tafsir mana pun. Oleh karena itu, Allah Ta’ala mewahyukan kepada beliau tafsir tentang ayat:

... غَیۡرِ الۡمَغۡضُوۡبِ عَلَیۡہِمۡ وَلَا الضَّآلِّیۡنَ ٪﴿۷﴾

Beliau ra. menjelaskan bahwa setiap Muslim harus berdoa agar tidak termasuk ke dalam golongan di antara orang-orang yang seperti itu. Beliau ra. menjelaskan bahwa “mereka yang dimurkai” mengacu kepada orang-orang Yahudi dan “mereka yang tersesat” mengacu kepada orang-orang Kristen. Oleh karena itu, kita harus berdoa agar terhindar dari membuat kesalahan-kesalahan yang sama, seperti yang telah dilakukan oleh mereka. Misalnya, orang-orang yang menolak Hadhrat Masih Mau'ud as. akan melakukan kesalahan yang sama seperti yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi di masa lalu. Lalu, di masa Al-Masih, fitnah Kristen semakin meningkat, yang kemudian akan menjauhkan mereka dari agama yang benar dikarenakan kurangnya pemahaman yang mereka miliki. Yang menarik adalah bahwa surah pembukaan Al-Qur'an ini diturunkan di Mekah pada saat, baik orang-orang Yahudi maupun Kristen, tidak begitu menentang Islam. Yang paling menentang Islam ketika itu adalah kaum musyrik penyembah berhala. Oleh karena itu, dengan tidak disebutkannya kaum penyembah berhala itu di dalam surat Al-Fatihah, Allah Ta’ala menunjukkan bahwa penyembahan berhala ini akan dapat dimusnahkan dan tidak akan pernah mendatangkan bahaya lagi. Hudhur aba. bersabda bahwa setelah menyampaikan pidatonya itu, yang isinya adalah menyampaikan poin-poin tersebut, berbagai orang dari kalangan-kalangan terpelajar dan juga tokoh-tokoh terkemuka datang menghampiri beliau ra. dan menyatakan keheranan mereka terhadap ketinggian ilmu yang baru saja beliau ra. sampaikan. Hadhrat Muslih Mau’ud ra. bersabda bahwa tidak peduli meskipun mereka adalah ulama-ulama besar sekalipun, mereka tidak akan pernah mampu menyampaikan suatu hal yang tidak dapat dibantah atau disanggah dengan Al-Qur'an.

Perenungan Terhadap Eksistensi Tuhan

Hudhur aba. bersabda bahwa pada tahun 1900, ketika Hadhrat Muslih Mau’ud ra. berusia 11 tahun, beliau ra. mulai bertanya-tanya apakah Tuhan itu ada dan mengapa beliau beriman kepada-Nya. Beliau bersabda bahwa bahkan di usianya ketika itu, beliau ra. banyak merenung, dan akhirnya sampai pada keyakinan yang sangat kuat bahwasanya Tuhan itu benar-benar ada. Beliau ra. sangat gembira dengan keyakinan yang diperolehnya tersebut. Beliau ra. lalu berdoa agar tidak pernah lagi meragukan keberadaan Tuhan. Di usia yang sama, Hadhrat Muslih Mau’ud ra. mengenakan jubah Hadhrat Masih Mau'ud as. dan beliau ra. banyak berdoa. Kemudian, ketika merenungkan kebenaran Ahmadiyah, beliau ra. berpikir bahwa jika Tuhan itu ada, maka Nabi Muhammad saw. itu benar. Jika Nabi Muhammad saw. itu benar, maka Hadhrat Masih Mau’ud as. juga pasti benar. Jadi, jika Hadhrat Masih Mau’ud as. benar, maka Ahmadiyah juga benar. Suatu malam, beliau ra. melihat bintang-bintang dan berpikir, apa yang ada di atas bintang-bintang itu? Beliau ra. lalu menyadari bahwa pasti ada lebih banyak lagi bintang. Beliau ra. terus bertanya-tanya, apa lagi yang ada di atasnya, sampai akhirnya mendapati kesimpulan yang sama. Beliau ra. kemudian sampai pada kesimpulan bahwasanya jika sesuatu seperti bintang nampak ada terus menerus, maka pastilah Tuhan itu tanpa batas. Inilah contoh lain, bagaimana seorang anak yang tidak menyelesaikan pendidikan formalnya itu, dapat dipenuhi dengan pemikiran-pemikiran dan perenungan-perenungan yang begitu rumit. Ini merupakan buah dari ilmu pengetahuan yang dianugerahkan oleh Allah Ta’ala sendiri.

Peranan Penting dari Hadhrat Khalifatul Masih Awwal ra. Terhadap Pendidikan Hadhrat Muslih Mau’ud ra.

Hudhur aba. menyampaikan bahwasanya Khalifah Pertama ra. memiliki peranan yang sangat penting di dalam pendidikan Hadhrat Muslih Mau’ud ra. Hadhrat Khalifatul Masih I ra. tahu bahwa penglihatan beliau lemah sehingga tidak bisa membaca untuk jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, Hadhrat Khalifatul Masih Awwal ra. menyuruh Hadhrat Muslih Mau’ud ra. untuk duduk di sampingnya, dan Hudhur ra. akan membacakan buku untuknya dengan suara yang keras.

Memperoleh Pengetahuan Yang Sangat Mendalam Meskipun Menderita Penyakit Mata

Hudhur aba. bersabda bahwa suatu ketika, Hadhrat Muslih Mau’ud ra. menderita penyakit mata sedemikian rupa parahnya sehingga bahkan, beliau ra. tidak bisa membuka mata beliau. Melihat kondisi tersebut, Hadhrat Masih Mau’ud as. lalu berpuasa selama beberapa hari, dan ketika beliau as. berbuka puasa di hari terakhir, Hadhrat Muslih Mau’ud ra. membuka matanya dan berkata bahwa dia sudah bisa melihat lagi.

Hudhur aba. bersabda bahwa bagaimanapun juga, penglihatan salah satu mata Hadhrat Muslih Mau’ud ra. sangatlah lemah. Beliau ra. menjelaskan bahwa beliau ra. dapat melihat jalanan yang beliau lalui, akan tetapi, beliau tidak bisa mengenali wajah seseorang. Selain itu, beliau ra. juga tidak bisa membaca dengan salah satu mata beliau tersebut. Akan tetapi, meskipun kondisi beliau demikian, beliau ra. mampu mencapai tingkat pengetahuan yang sangat mendalam.

Keluhan Terhadap Tulisan Beliau ra.

Hudhur aba. bersabda bahwa suatu kali, seseorang mengeluh kepada Hadhrat Masih Mau’ud as. mengenai tulisan tangan Hadhrat Muslih Mau’ud ra. yang sangat buruk. Orang itu pun mengeluh karena beliau as. tidak memberikan perhatian yang cukup kepada pendidikan putranya itu. Hadhrat Masih Mau'ud as. lalu memanggil Hadhrat Hakim Maulvi Nuruddin ra. dan memberitahunya tentang keluhan tersebut. Hadhrat Masih Mau’ud as. kemudian menguji Hadhrat Muslih Mau’ud ra. dengan memberinya sesuatu untuk ditulis. Hadhrat Muslih Mau’ud ra. mencoba menulis secermat mungkin. Ketika Hadhrat Masih Mau’ud as. melihat apa yang dia tulis, beliau as. lalu bersabda bahwa beliau as. pada awalnya sangat khawatir dengan keluhan yang disampaikan kepadanya itu. Namun, tulisan Hadhrat Muslih Mau’ud ra. sangatlah mirip dengan tulisan beliau as. sendiri.

Hudhur aba. bersabda bahwa Hadhrat Hakim Maulvi Nuruddin ra. biasa membacakan buku dengan suara yang keras untuk Hadhrat Muslih Mau’ud ra. Beliau ra. (Khalifatul Masih Awwal) mengajarinya ilmu Al-Qur'an dan terjemahannya selama tiga bulan dan juga tafsirnya selama dua bulan. Selain itu, Hadhrat Khalifatul Masih Awwal ra. juga mengajari beliau ra. semua Kitab Shahih Bukhari dalam kurun waktu selama dua hingga tiga bulan. Beliau juga mulai mempelajari ilmu-ilmu kedokteran dari Hadhrat Khalifatul Masih Awwal ra., bersamaan dengan berbagai jenis ilmu-ilmu pengetahuan lainnya.

Tanda Yang Hidup Bagi Kebenaran Ajaran Islam

Hudhur aba. menyampaikan bahwa karya-karya Hadhrat Muslih Mau’ud ra. yang tertuang ke dalam ribuan halaman adalah harta yang sangat berharga yang harus kita manfaatkan sepenuhnya.

Hudhur aba. bersabda, Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad ra. selanjutnya menyatakan bahwa beliau adalah penggenapan dari nubuatan mengenai Muslih Mau’ud, yang telah diwahyukan kepada Hadhrat Masih Mau’ud as., sehingga terbukti, beliau ra. telah menjadi tanda yang hidup bagi agama Islam dan kebenarannya. Bahkan, kata-kata yang tercantum di dalam nubuatan tersebut akan terus senantiasa terbukti kebenarannya selama misi Hadhrat Masih Mau'ud as. belum terpenuhi.

Hudhur aba. bersabda bahwa memperingati nubuatan ini hanya akan bermanfaat apabila kita menyadari bahwa kita harus menyebarkan ajaran yang sesungguhnya dari Nabi Muhammad saw. ke seluruh dunia dan menjadikan dunia ini tunduk di bawah bendera beliau saw. Saat ini, tidak ada orang lain selain dari para pengikut Hadhrat Masih Mau'ud as. yang dengan perantaraan beliau as., bendera Islam ini akan dapat berkibar dan ajaran Islam akan tersebar ke seluruh pelosok dunia.

Catatan

Diringkas oleh: The Review of Religions

Diterjemahkan oleh: IHR