Sombong

Dari Media Isa
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Sombong dan Takabur adalah satu akhlak buruk yang dibenci Allah Ta’ala. Kami akan menyajikan beberapa ayat yang menjelaskan tentang kesombongan. Sebagai catatan, ayat-ayat yang kami sajikan adalah menghitung Basmallah sebagai ayat pertama, kecuali untuk Surat At-Taubah.

Alquran Surat Al-Baqarah Ayat 35

Allah Ta’ala berfirman,

وَاِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلٰٓئِکَۃِ اسۡجُدُوۡا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوۡۤا اِلَّاۤ اِبۡلِیۡسَ ؕ اَبٰی وَاسۡتَکۡبَرَ ٭۫ وَکَانَ مِنَ الۡکٰفِرِیۡنَ ﴿۳۵﴾

Artinya: “Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Tunduklah kamu kepada Adam’, lalu mereka tunduk kecuali Iblis, ia menolak dan takabur, dan ia sejak semula termasuk yang ingkar.” (QS 002:035)


Alquran Surat Al-Baqarah Ayat 207

Allah Ta’ala berfirman,

وَاِذَا قِیۡلَ لَہُ اتَّقِ اللّٰہَ اَخَذَتۡہُ الۡعِزَّۃُ بِالۡاِثۡمِ فَحَسۡبُہٗ جَہَنَّمُ ؕ وَلَبِئۡسَ الۡمِہَادُ ﴿۲۰۷﴾

Artinya: “Dan apabila dikatakan kepadanya, ‘Takutlah kepada Allah’, tetapi kesombongan mendorongnya untuk berbuat dosa, maka cukuplah Jahanam baginya, dan amat buruklah tempat kediaman itu.” (QS 002:207)


Alquran Surat An-Nisaa Ayat 37

Allah Ta’ala berfirman,

وَاعۡبُدُوا اللّٰہَ وَلَا تُشۡرِکُوۡا بِہٖ شَیۡئًا وَّبِالۡوَالِدَیۡنِ اِحۡسَانًا وَّبِذِی الۡقُرۡبٰی وَالۡیَتٰمٰی وَالۡمَسٰکِیۡنِ وَالۡجَارِ ذِی الۡقُرۡبٰی وَالۡجَارِ الۡجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالۡجَنۡۢبِ وَابۡنِ السَّبِیۡلِ ۙ وَمَا مَلَکَتۡ اَیۡمَانُکُمۡ ؕ اِنَّ اللّٰہَ لَا یُحِبُّ مَنۡ کَانَ مُخۡتَالًا فَخُوۡرَا ﴿ۙ۳۷﴾

Artinya: “Dan sembahlah Allah, janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan-Nya, dan (berbuat) baik lah terhadap kedua orang tua, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang memiliki hubungan kekerabatan serta tetangga yang tidak memiliki hubungan kekerabatan, handai taulan, musafir, dan mereka yang dimiliki oleh tangan kananmu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong serta membanggakan diri.” (QS 004:037)


Alquran Surat An-Nisaa Ayat 173

Allah Ta’ala berfirman,

لَنۡ یَّسۡتَنۡکِفَ الۡمَسِیۡحُ اَنۡ یَّکُوۡنَ عَبۡدًا لِّلّٰہِ وَلَا الۡمَلٰٓئِکَۃُ الۡمُقَرَّبُوۡنَ ؕ وَمَنۡ یَّسۡتَنۡکِفۡ عَنۡ عِبَادَتِہٖ وَیَسۡتَکۡبِرۡ فَسَیَحۡشُرُہُمۡ اِلَیۡہِ جَمِیۡعًا ﴿۱۷۳﴾

Artinya: “Almasih sama sekali tidak merasa enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak juga malaikat yang dekat (kepada-Nya), dan barangsiapa merasa hina karena beribadah kepada-Nya dan takabur, maka Dia akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya” (QS 004:173)

Penjelasan: Dalam ayat ini ada penolakan dari Al-Masih (as) terhadap tuduhan bahwa beliau mengingkari menjadi hamba Allah. Karenanya ini adalah tuduhan yang sangat berat yang tidak menambah derajat Al-Masih (as) bahkan menjadikan beliau orang yang sombong.


Alquran Surat An-Nisaa Ayat 174

Allah Ta’ala berfirman,

فَاَمَّا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَیُوَفِّیۡہِمۡ اُجُوۡرَہُمۡ وَیَزِیۡدُہُمۡ مِّنۡ فَضۡلِہٖ ۚ وَاَمَّا الَّذِیۡنَ اسۡتَنۡکَفُوۡا وَاسۡتَکۡبَرُوۡا فَیُعَذِّبُہُمۡ عَذَابًا اَلِیۡمًا ۬ۙ وَّلَا یَجِدُوۡنَ لَہُمۡ مِّنۡ دُوۡنِ اللّٰہِ وَلِیًّا وَّلَا نَصِیۡرًا ﴿۱۷۴﴾

Artinya: “Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka Dia akan memberikan ganjaran mereka sepenuhnya dan akan menambah karunia-Nya bagi mereka; sedangkan orang-orang yang merasa enggan (beribadah) dan berlaku takabur, maka Dia akan mengazab mereka dengan azab yang pedih. Dan mereka tidak akan mendapatkan bagi dirinya selain Allah, teman dan penolong.” (QS 004:174)


Alquran Surat Al-Maaidah Ayat 83

Allah Ta’ala berfirman,

لَتَجِدَنَّ اَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَۃً لِّلَّذِیۡنَ اٰمَنُوا الۡیَہُوۡدَ وَالَّذِیۡنَ اَشۡرَکُوۡا ۚ وَلَتَجِدَنَّ اَقۡرَبَہُمۡ مَّوَدَّۃً لِّلَّذِیۡنَ اٰمَنُوا الَّذِیۡنَ قَالُوۡۤا اِنَّا نَصٰرٰی ؕ ذٰلِکَ بِاَنَّ مِنۡہُمۡ قِسِّیۡسِیۡنَ وَرُہۡبَانًا وَّاَنَّہُمۡ لَا یَسۡتَکۡبِرُوۡنَ ﴿۸۳﴾

Artinya: “Pasti engkau akan mendapati manusia yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang yang mempersekutukan (Allah). Dan pasti engkau akan mendapati orang yang paling dekat kecintaannya terhadap orang-orang yang beriman ialah mereka yang berkata, ‘Sesungguhnya kami orang-orang Nasrani.’ Hal demikian itu karena di antara mereka ada pendeta-pendeta, rahib-rahib, dan juga mereka tidak sombong.” (QS 005:083)

Penjelasan: Qissīs berarti kepala atau penghulu umat Kristen di bidang pengetahuan dan ilmu; cendekiawan Kristen yang telah mencari dan meraih ilmu besar; orang yang cerdas lagi berilmu (Lane).

Ruhbān adalah kata jamak dari Rāhib yang berarti pertapa, rahib Kristen; agamawan yang mengasingkan diri; seorang yang mengabdikan diri untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan dan upacara-upacara keagamaan dalam suatu bilik kecil atau biara (Lane).

Keadaan demikian tidak berlangsung lama. Di tempat lain Al-Qur’an memperingatkan umat Islam bahwa mereka ditakdirkan akan mengalami penderitaan paling berat dari tangan orang-orang Kristen yang akan menyerang mereka dari segala penjuru (QS.21 ayat 97). Di dalam hadis pun ada kabar-kabar gaib tentang ini. Ayat itu berlaku hanya bagi orang-orang Kristen di zaman Rasulullah Saw. Sejarah menunjang kesimpulan ini bahwa Najasyi, raja Kristen dari Abesinia, memberikan perlindungan kepada pengungsi-pengungsi kaum Islam; dan Muqauqas, Raja-muda Kristen dari Mesir, mempersembahkan hadiah-hadiah kepada Rasulullah Saw. Sikap merendah agaknya merupakan salah satu ciri khas orang-orang Kristen dahulu. Hal ini terbukti dari cara penerimaan terhadap surat Rasulullah Saw yang sangat jauh berbeda antara Kaisar Heraclius dan Kaisar Persia (Kisra). Kisra, yang merupakan penyembah berhala mencabik-cabik surat yang dikirim Rasulullah Saw, sedangkan Heraclius menerimanya dengan takzim dan bahkan, menunjukkan sekilas kecenderungan hati terhadap Islam.


Alquran Surat Al A’raf Ayat 49

Allah Ta’ala berfirman,

وَنَادٰۤی اَصۡحٰبُ الۡاَعۡرَافِ رِجَالًا یَّعۡرِفُوۡنَہُمۡ بِسِیۡمٰہُمۡ قَالُوۡا مَاۤ اَغۡنٰی عَنۡکُمۡ جَمۡعُکُمۡ وَمَا کُنۡتُمۡ تَسۡتَکۡبِرُوۡنَ ﴿۴۹﴾

Artinya: “Dan penghuni tempat-tempat yang tinggi berseru kepada beberapa orang laki-laki yang mereka kenal dengan tanda-tanda pada wajah mereka sambil berkata, ‘Tidak ada faedahnya bagi kamu bilanganmu, dan tidak pula apa yang kamu sombongkan itu.’” (QS 007:049)


Alquran Surat Al A’raf Ayat 76

Allah Ta’ala berfirman,

قَالَ الۡمَلَاُ الَّذِیۡنَ اسۡتَکۡبَرُوۡا مِنۡ قَوۡمِہٖ لِلَّذِیۡنَ اسۡتُضۡعِفُوۡا لِمَنۡ اٰمَنَ مِنۡہُمۡ اَتَعۡلَمُوۡنَ اَنَّ صٰلِحًا مُّرۡسَلٌ مِّنۡ رَّبِّہٖ ؕ قَالُوۡۤا اِنَّا بِمَاۤ اُرۡسِلَ بِہٖ مُؤۡمِنُوۡنَ ﴿۷۶﴾

Artinya: “Pemuka-pemuka yang sombong dari kaumnya berkata kepada mereka yang dipandang lemah — orang-orang yang telah beriman di antara mereka ‘Apakah kalian mengetahui (dengan pasti) bahwa sesungguhnya Shaleh adalah orang yang diutus oleh Tuhan-nya?’ Mereka menjawab, ‘Sesungguhnya kami beriman kepada apa yang dengannya ia diutus untuk menyampaikannya.’” (QS 007:076)


Alquran Surat Al A’raf Ayat 89

Allah Ta’ala berfirman,

قَالَ الۡمَلَاُ الَّذِیۡنَ اسۡتَکۡبَرُوۡا مِنۡ قَوۡمِہٖ لَنُخۡرِجَنَّکَ یٰشُعَیۡبُ وَالَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا مَعَکَ مِنۡ قَرۡیَتِنَاۤ اَوۡ لَتَعُوۡدُنَّ فِیۡ مِلَّتِنَا ؕ قَالَ اَوَلَوۡ کُنَّا کٰرِہِیۡنَ ﴿۟۸۹﴾

Artinya: “Pemuka-pemuka yang sombong dari kaumnya berkata, ‘Hai Syu’aib, niscaya kami akan mengusir engkau, dan juga orang-orang yang telah beriman beserta engkau dari kota kami, atau kamu harus kembali ke dalam agama kami.’ Ia berkata, ‘Apakah kamu akan mengusir kami walaupun kami tidak suka?’” (QS 007:089)


Alquran Surat Al A’raf Ayat 134

Allah Ta’ala berfirman,

فَاَرۡسَلۡنَا عَلَیۡہِمُ الطُّوۡفَانَ وَالۡجَرَادَ وَالۡقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ اٰیٰتٍ مُّفَصَّلٰتٍ ۟ فَاسۡتَکۡبَرُوۡا وَکَانُوۡا قَوۡمًا مُّجۡرِمِیۡنَ ﴿۱۳۴﴾

Artinya: “Lalu Kami mengirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak, dan darah sebagai tanda-tanda yang jelas; tetapi mereka berlaku sombong dan mereka adalah kaum yang berdosa.” (QS 007:134)


Alquran Surat Al A’raf Ayat 207

Allah Ta’ala berfirman,

اِنَّ الَّذِیۡنَ عِنۡدَ رَبِّکَ لَا یَسۡتَکۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِہٖ وَیُسَبِّحُوۡنَہٗ وَلَہٗ یَسۡجُدُوۡنَ ﴿۲۰۷﴾٪ٛ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berada di sisi Tuhan engkau, mereka tidak bersikap sombong dalam beribadah kepada-Nya, dan bertasbih kepada-Nya serta hanya kepada-Nya mereka bersujud.” (QS 007:207)


Alquran Surat Al Anfal Ayat 48

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَکُوۡنُوۡا کَالَّذِیۡنَ خَرَجُوۡا مِنۡ دِیَارِہِمۡ بَطَرًا وَّرِئَآءَ النَّاسِ وَیَصُدُّوۡنَ عَنۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ ؕ وَاللّٰہُ بِمَا یَعۡمَلُوۡنَ مُحِیۡطٌ ﴿۴۸﴾

Artinya: “Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari rumah-rumah mereka dengan sombong dan ingin dilihat orang serta menghalangi manusia dari jalan Allah. Dan Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.” (QS 008:048)


Alquran Surat At-Taubah Ayat 25

Allah Ta’ala berfirman,

لَقَدۡ نَصَرَکُمُ اللّٰہُ فِیۡ مَوَاطِنَ کَثِیۡرَۃٍ ۙ وَّیَوۡمَ حُنَیۡنٍ ۙ اِذۡ اَعۡجَبَتۡکُمۡ کَثۡرَتُکُمۡ فَلَمۡ تُغۡنِ عَنۡکُمۡ شَیۡئًا وَّضَاقَتۡ عَلَیۡکُمُ الۡاَرۡضُ بِمَا رَحُبَتۡ ثُمَّ وَلَّیۡتُمۡ مُّدۡبِرِیۡنَ ﴿ۚ۲۵﴾

Artinya: “Sungguh Allah telah menolongmu di banyak medan peperangan dan khususnya pada hari Hunain, ketika banyaknya bilanganmu telah membuatmu sombong, tetapi itu tidak pernah memberi manfaat kepadamu sedikit pun, dan bumi dengan keluasannya menjadi sempit bagimu, kemudian kamu berbalik mundur.” (QS 009:025)

Penjelasan: Setelah Mekah jatuh, kabilah-kabilah Hawazin dan Tsaqif bergabung dan bergerak maju menyerang umat Islam. Rasulullah Saw bertemu dengan mereka di Hunain, kurang-lebih limabelas mil ke sebelah barat-daya Mekah. Beliau diiringi oleh duabelas ribu orang, termasuk dua ribu orang yang baru masuk Islam dan telah bergabung dengan lasykar Islam di Mekah. Berlawanan dengan kebiasaan Rasulullah Saw, mereka ini secara tergopoh-gopoh menyerang musuh, tetapi dengan cepat terpukul mundur dan melarikan diri dari medan perang dalam keadaan amat kocar-kacir dan mengacau-balaukan pasukan Islam yang ketika itu sedang melalui suatu celah-bukit yang sempit. Sebagai akibat dari kepanikan itu Rasulullah Saw tertinggal di medan perang dengan hanya seratus orang di sekitar beliau. Panah-panah dari pasukan pemanah musuh menghujani beliau dengan deras dan bertubi-tubi. Saat itu merupakan saat yang sangat genting, tetapi Rasulullah Saw, seraya memacu bagal beliau dengan gagah-berani, maju dan berseru “Sesungguhnya aku Rasul Allah, bukan pendusta. Aku anak-cucu Abdul Muthalib.” Sayyidina Abbas, paman Rasulullah, yang memiliki suara nyaring, memanggil Kaum Muslimin yang sedang melarikan diri supaya berhenti dan kembali ke Junjungan mereka yang memerlukan mereka. Panggilan yang nyaring ini menggetarkan jiwa kaum Muslimin, seperti bunyi nafiri pada Hari Pembalasan, dengan susah-payah mereka berkumpul dan berlari kembali ke tempat Junjungan mereka, lalu menyerang musuh dengan hebatnya sehingga menimbulkan ketakutan pada hati musuh dan membuat mereka melarikan diri tunggang-langgang. Gelagat pun menjadi dan hari itu berakhir dengan kemenangan yang nyata bagi umat Islam dan tidak kurang dari enam ribu orang kafir telah tertawan (Thabārī dan Hisyām).


Alquran Surat Yunus Ayat 76

Allah Ta’ala berfirman,

ثُمَّ بَعَثۡنَا مِنۡۢ بَعۡدِہِمۡ مُّوۡسٰی وَہٰرُوۡنَ اِلٰی فِرۡعَوۡنَ وَمَلَا۠ئِہٖ بِاٰیٰتِنَا فَاسۡتَکۡبَرُوۡا وَکَانُوۡا قَوۡمًا مُّجۡرِمِیۡنَ ﴿۷۶﴾

Artinya: “Kemudian sesudah mereka, Kami utus Musa dan Harun kepada Fir‘aun dan pembesar-pembesarnya dengan Tanda-tanda Kami, tetapi mereka berlaku sombong, dan mereka itu kaum yang berdosa.” (QS 010:076)


Alquran Surat Ibrahim Ayat 22

Allah Ta’ala berfirman,

وَبَرَزُوۡا لِلّٰہِ جَمِیۡعًا فَقَالَ الضُّعَفٰٓؤُا لِلَّذِیۡنَ اسۡتَکۡبَرُوۡۤا اِنَّا کُنَّا لَکُمۡ تَبَعًا فَہَلۡ اَنۡتُمۡ مُّغۡنُوۡنَ عَنَّا مِنۡ عَذَابِ اللّٰہِ مِنۡ شَیۡءٍ ؕ قَالُوۡا لَوۡ ہَدٰٮنَا اللّٰہُ لَہَدَیۡنٰکُمۡ ؕ سَوَآءٌ عَلَیۡنَاۤ اَجَزِعۡنَاۤ اَمۡ صَبَرۡنَا مَا لَنَا مِنۡ مَّحِیۡصٍ ﴿٪۲۲﴾

Artinya: “Dan mereka itu semuanya akan tampil di hadapan Allah, maka orang-orang yang lemah akan berkata kepada orang-orang yang sombong, ‘Sesungguhnya kami dahulu pengikut-pengikutmu; maka dapatkah kamu menghindarkan kami dari azab Allah sedikit saja?’ Mereka berkata, ‘Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, pasti kami telah memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita berkeluh-kesah atau kita bersabar; tidak ada jalan bagi kita untuk melepaskan diri.’” (QS 014:022)

Penjelasan: Bukan semata-mata perbuatan buruknya sendiri, yang mendatangkan kejatuhan bagi suatu kaum, tetapi yang terutama mendatangkan kejatuhan itu ialah terbukanya kelemahan mereka. Setelah kelemahan menjadi nampak, maka gengsi dan nama baik mereka – yang melebihi hasil karya mereka, dan merupakan penolong utama untuk sukses mereka – mendapat pukulan maut dengan jatuhnya mereka di mata kaum-kaum lawan mereka, hal mana diikuti oleh kemunduran dan kemerosotan. Itulah arti ayat “Mereka itu semuanya akan tampil di hadapan Allah.”


Alquran Surat An-Nahl Ayat 23

Allah Ta’ala berfirman,

اِلٰـہُکُمۡ اِلٰہٌ وَّاحِدٌ ۚ فَالَّذِیۡنَ لَا یُؤۡمِنُوۡنَ بِالۡاٰخِرَۃِ قُلُوۡبُہُمۡ مُّنۡکِرَۃٌ وَّہُمۡ مُّسۡتَکۡبِرُوۡنَ ﴿۲۳﴾

Artinya: “Tuhan-mu adalah Tuhan Yang Mahaesa. Dan adapun tentang mereka yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka ingkar terhadap (kebenaran), dan mereka itu sombong.” (QS 016:023)


Alquran Surat An-Nahl Ayat 24

Allah Ta’ala berfirman,

لَا جَرَمَ اَنَّ اللّٰہَ یَعۡلَمُ مَا یُسِرُّوۡنَ وَمَا یُعۡلِنُوۡنَ ؕ اِنَّہٗ لَا یُحِبُّ الۡمُسۡتَکۡبِرِیۡنَ ﴿۲۴﴾

Artinya: “Tidak ragu lagi, bahwa Allah mengetahui yang mereka sembunyikan dan yang mereka zahirkan. Sesungguhnya Dia tidak suka kepada orang-orang yang sombong.” (QS 016:024)


Alquran Surat An-Nahl Ayat 30

Allah Ta’ala berfirman,

فَادۡخُلُوۡۤا اَبۡوَابَ جَہَنَّمَ خٰلِدِیۡنَ فِیۡہَا ؕ فَلَبِئۡسَ مَثۡوَی الۡمُتَکَبِّرِیۡنَ ﴿۳۰﴾

Artinya: “Maka masukilah pintu-pintu Jahannam, untuk tinggal lama di dalamnya. Maka sesungguhnya sangat buruklah tempat tinggal orang-orang sombong itu.” (QS 016:030)


Alquran Surat An-Nahl Ayat 50

Allah Ta’ala berfirman,

وَلِلّٰہِ یَسۡجُدُ مَا فِی السَّمٰوٰتِ وَمَا فِی الۡاَرۡضِ مِنۡ دَآبَّۃٍ وَّالۡمَلٰٓئِکَۃُ وَہُمۡ لَا یَسۡتَکۡبِرُوۡنَ ﴿۵۰﴾

Artinya: “Dan segala sesuatu yang ada di seluruh langit dan makhluk yang bergerak di bumi bersujud kepada Allah, dan (juga) para malaikat, dan mereka itu tidak sombong.” (QS 016:050)


Alquran Surat Bani Israil Ayat 5

Allah Ta’ala berfirman,

وَقَضَیۡنَاۤ اِلٰی بَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ فِی الۡکِتٰبِ لَتُفۡسِدُنَّ فِی الۡاَرۡضِ مَرَّتَیۡنِ وَلَتَعۡلُنَّ عُلُوًّا کَبِیۡرًا ﴿۵﴾

Artinya: “Dan telah Kami sampaikan (dengan jelas) kepada Bani Israil dalam kitab itu, ‘Tentulah kamu akan melakukan kerusakan besar di muka bumi ini dua kali, dan niscaya kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang sangat besar.’” (QS 017:005)

Penjelasan: Dua kedurhakaan Bani Israil yang tersebut dalam kitab Musa As (Ulangan 28 ayat 15, 49-53, 63-64 & 30 ayat 15) disinggung dalam ayat ini. Mereka, di antara Bani Israil, yang tidak beriman, telah dua kali dikutuk, ialah oleh Nabi Daud As dan Isa Ibnu Maryam As (QS.5 ayat 79), dan sebagai akibatnya telah dihukum pula dua kali.


Alquran Surat Bani Israil Ayat 38

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَمۡشِ فِی الۡاَرۡضِ مَرَحًا ۚ اِنَّکَ لَنۡ تَخۡرِقَ الۡاَرۡضَ وَلَنۡ تَبۡلُغَ الۡجِبَالَ طُوۡلًا ﴿۳۸﴾

Artinya: “Dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan sombong, sesungguhnya engkau sama sekali tidak dapat membelah bumi dan tidak pula engkau dapat mencapai ketinggian gunung-gunung” (QS 017:038)


Alquran Surat Maryam Ayat 15

Allah Ta’ala berfirman,

وَّبَرًّۢا بِوَالِدَیۡہِ وَلَمۡ یَکُنۡ جَبَّارًا عَصِیًّا ﴿۱۵﴾

Artinya: “Dan seorang yang berbakti kepada kedua orangtuanya. Dan ia tidak sombong dan durhaka.” (QS 019:015)

Penjelasan: Ayat ini menceritakan Nabi Yahya (as). Ayat ini menjelaskan (Surat Maryam) ayat 13


Alquran Surat Maryam Ayat 33

Allah Ta’ala berfirman,

وَّبَرًّۢا بِوَالِدَتِیۡ ۫ وَلَمۡ یَجۡعَلۡنِیۡ جَبَّارًا شَقِیًّا ﴿۳۳﴾

Artinya: “Dan Dia telah menjadikanku berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikanku seorang sombong dan bernasib buruk” (QS 019:033)

Penjelasan: Ayat ini adalah sabda Nabi Isa (as). Ayat ini meneruskan (Surat Maryam) ayat 31


Alquran Surat Al-Anbiyaa Ayat 20

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَہٗ مَنۡ فِی السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ ؕ وَمَنۡ عِنۡدَہٗ لَا یَسۡتَکۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِہٖ وَلَا یَسۡتَحۡسِرُوۡنَ ﴿ۚ۲۰﴾

Artinya: “Dan kepunyaan Dia-lah segala yang ada di seluruh langit dan bumi. Dan mereka yang ada di sisi-Nya tidak merasa sombong untuk beribadah kepada-Nya, dan tidak pula mereka merasa letih (karenanya).” (QS 021:020)

Penjelasan: Hamba Allah mempunyai sifat tidak sombong


Alquran Surat Al-Mu’minuun Ayat 47

Allah Ta’ala berfirman,

اِلٰی فِرۡعَوۡنَ وَمَلَا۠ئِہٖ فَاسۡتَکۡبَرُوۡا وَکَانُوۡا قَوۡمًا عَالِیۡنَ ﴿ۚ۴۷﴾

Artinya: “Kepada Fir‘aun dan para pemukanya, tetapi mereka takabur dan mereka adalah suatu kaum yang sombong.” (QS 023:047)


Alquran Surat Al-Mu’minuun Ayat 68

Allah Ta’ala berfirman,

مُسۡتَکۡبِرِیۡنَ ٭ۖ بِہٖ سٰمِرًا تَہۡجُرُوۡنَ ﴿۶۸﴾

Artinya: “Kamu dengan sombong membicarakan yang bukan-bukan pada waktu malam mengenai (Al-Qur’an) itu.” (QS 023:068)

Penjelasan: Kata-kata Mustakbirīn dapat berarti, bahwa orang-orang kafir menganggap wahyu Al-Qur’an suatu perkara yang terlalu agung dan penting untuk diamanatkan kepada seorang manusia yang lemah. Atau kata-kata itu berarti, bahwa ketika orang-orang kafir mendengar Al-Qur’an sedang dibacakan, mereka berpaling darinya dengan sombong dan angkuh.


Alquran Surat Al-Furqon Ayat 22

Allah Ta’ala berfirman,

وَقَالَ الَّذِیۡنَ لَا یَرۡجُوۡنَ لِقَآءَنَا لَوۡلَاۤ اُنۡزِلَ عَلَیۡنَا الۡمَلٰٓئِکَۃُ اَوۡ نَرٰی رَبَّنَا ؕ لَقَدِ اسۡتَکۡبَرُوۡا فِیۡۤ اَنۡفُسِہِمۡ وَعَتَوۡ عُتُوًّا کَبِیۡرًا ﴿۲۲﴾

Artinya: “Dan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata, ‘Mengapakah tidak diturunkan kepada kami malaikat-malaikat? Atau, mengapakah kami tidak melihat Tuhan kami?’ Sungguh mereka terlalu sombong mengenai diri mereka dan mereka telah terlampau jauh dalam kedurhakaan.” (QS 025:022)


Alquran Surat Al-Qashshas Ayat 5

Allah Ta’ala berfirman,

اِنَّ فِرۡعَوۡنَ عَلَا فِی الۡاَرۡضِ وَجَعَلَ اَہۡلَہَا شِیَعًا یَّسۡتَضۡعِفُ طَآئِفَۃً مِّنۡہُمۡ یُذَبِّحُ اَبۡنَآءَہُمۡ وَیَسۡتَحۡیٖ نِسَآءَہُمۡ ؕ اِنَّہٗ کَانَ مِنَ الۡمُفۡسِدِیۡنَ ﴿۵﴾

Artinya: “Sesungguhnya Fir‘aun berlaku sombong di atas bumi, dan ia menjadikan penduduknya berkelompok-kelompok; ia berusaha melemahkan sekelompok dari mereka, dengan membunuh anak laki-laki mereka, dan membiarkan hidup perempuan-perempuan mereka. Sesungguhnya ia termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS 028:005)


Alquran Surat Al-Qashshas Ayat 77

Allah Ta’ala berfirman,

اِنَّ قَارُوۡنَ کَانَ مِنۡ قَوۡمِ مُوۡسٰی فَبَغٰی عَلَیۡہِمۡ ۪ وَاٰتَیۡنٰہُ مِنَ الۡکُنُوۡزِ مَاۤ اِنَّ مَفَاتِحَہٗ لَتَنُوۡٓاُ بِالۡعُصۡبَۃِ اُولِی الۡقُوَّۃِ ٭ اِذۡ قَالَ لَہٗ قَوۡمُہٗ لَا تَفۡرَحۡ اِنَّ اللّٰہَ لَا یُحِبُّ الۡفَرِحِیۡنَ ﴿۷۷﴾

Artinya: “Sesungguhnya Karun adalah dari kaum Musa, tetapi ia berlaku aniaya terhadap mereka. Dan telah Kami berikan kepadanya begitu banyak perbendaharaan (harta yang ditimbun) yang kunci-kuncinya sangat susah diangkat oleh sejumlah orang-orang kuat. Ketika kaumnya berkata kepadanya, ‘Janganlah engkau begitu sombong, sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang sombong,’” (QS 028:077)

Penjelasan: Karun adalah seorang orang kaya raya. Ia dihormati sekali oleh Fir‘aun dan sangat mungkin ia adalah bendaharanya. Agaknya ia pejabat yang mengawasi tambang-tambang emas milik Fir‘aun dan seorang ahli dalam teknik penggalian emas dari tempat-tempat pertambangan. Bagian selatan Mesir, wilayah Karu, terkenal dengan tambang-tambang emasnya. Karena akhiran “an” atau “on” berarti “tiang,” atau “cahaya,” maka kata majemuknya “Kur-on” berarti “tiang Karu” dan merupakan gelar menteri pertambangan. Konon ia seorang orang Israil dan beriman kepada Nabi Musa As. Untuk mengambil hati Fir‘aun, agaknya ia telah menganiaya bangsanya sendiri dan berlaku sombong terhadap mereka. Sebagai akibatnya azab Tuhan menimpa dirinya dan ia binasa.


Alquran Surat Luqman Ayat 8

Allah Ta’ala berfirman,

وَاِذَا تُتۡلٰی عَلَیۡہِ اٰیٰتُنَا وَلّٰی مُسۡتَکۡبِرًا کَاَنۡ لَّمۡ یَسۡمَعۡہَا کَاَنَّ فِیۡۤ اُذُنَیۡہِ وَقۡرًا ۚ فَبَشِّرۡہُ بِعَذَابٍ اَلِیۡمٍ ﴿۸﴾

Artinya: “Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, berpalinglah ia dengan sombong, seolah-olah tidak mendengarnya, seakan-akan pada kedua telinganya ada tutupan, maka berilah ia kabar suka tentang azab yang pedih.” (QS 031:008)


Alquran Surat Luqman Ayat 19

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّکَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِی الۡاَرۡضِ مَرَحًا ؕ اِنَّ اللّٰہَ لَا یُحِبُّ کُلَّ مُخۡتَالٍ فَخُوۡرٍ ﴿ۚ۱۹﴾

Artinya: “Dan janganlah engkau memalingkan mukamu dari manusia (dengan angkuh), dan janganlah berjalan di bumi dengan sombong. Sesungguhnya Allah tidak mencintai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS 031:019)

Penjelasan: Ayat ini merupakan nasehat Luqman kepada keturunannya. Sa‘ara Khaddahū berarti, ia memalingkan pipinya dari orang-orang, disebabkan oleh kesombongan atau kebencian (Lane).


Alquran Surat As-Sajdah Ayat 16

Allah Ta’ala berfirman,

اِنَّمَا یُؤۡمِنُ بِاٰیٰتِنَا الَّذِیۡنَ اِذَا ذُکِّرُوۡا بِہَا خَرُّوۡا سُجَّدًا وَّسَبَّحُوۡا بِحَمۡدِ رَبِّہِمۡ وَہُمۡ لَا یَسۡتَکۡبِرُوۡنَ ﴿ٛ۱۶﴾

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami adalah, orang-orang yang apabila mereka diperingatkan dengannya, mereka menjatuhkan (diri) bersujud dan bertasbih dengan memuji Tuhan mereka, dan mereka tidak menyombongkan diri.” (QS 032:016)


Alquran Surat Saba Ayat 32

Allah Ta’ala berfirman,

وَقَالَ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا لَنۡ نُّؤۡمِنَ بِہٰذَا الۡقُرۡاٰنِ وَلَا بِالَّذِیۡ بَیۡنَ یَدَیۡہِ ؕ وَلَوۡ تَرٰۤی اِذِ الظّٰلِمُوۡنَ مَوۡقُوۡفُوۡنَ عِنۡدَ رَبِّہِمۡ ۚۖ یَرۡجِعُ بَعۡضُہُمۡ اِلٰی بَعۡضِ ۣالۡقَوۡلَ ۚ یَقُوۡلُ الَّذِیۡنَ اسۡتُضۡعِفُوۡا لِلَّذِیۡنَ اسۡتَکۡبَرُوۡا لَوۡلَاۤ اَنۡتُمۡ لَکُنَّا مُؤۡمِنِیۡنَ ﴿۳۲﴾

Artinya: “Dan orang-orang yang kafir berkata, ‘Kami sama sekali tidak akan beriman kepada Al-Qur’an ini dan tidak pula kepada yang sebelumnya,’ Dan seandainya engkau dapat melihat ketika mereka yang aniaya itu akan disuruh berdiri di depan Tuhannya seraya mereka saling melemparkan tuduhan kepada satu sama lain. Orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, ‘Seandainya bukan karena kamu niscaya kami telah menjadi orang-orang mukmin!’” (QS 034:032)

Penjelasan: Sudah menjadi fitrat manusia bahwa bila seseorang yang berdosa berhadapan dengan hukuman bagi dosanya, ia berusaha mencari helah dengan mencoba memindahkan tanggungjawab kejahatannya itu kepada orang lain. Segi fitrat inilah yang telah diisyaratkan dalam ayat ini dan dua ayat berikutnya.


Alquran Surat Saba Ayat 33

Allah Ta’ala berfirman,

قَالَ الَّذِیۡنَ اسۡتَکۡبَرُوۡا لِلَّذِیۡنَ اسۡتُضۡعِفُوۡۤا اَنَحۡنُ صَدَدۡنٰکُمۡ عَنِ الۡہُدٰی بَعۡدَ اِذۡ جَآءَکُمۡ بَلۡ کُنۡتُمۡ مُّجۡرِمِیۡنَ ﴿۳۳﴾

Artinya: “Orang-orang yang menyombongkan diri itu berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, ‘Apakah kami telah menghalangi kamu dari (petunjuk) setelah petunjuk itu datang kepada kamu? Tidak, bahkan kamu sendirilah orang-orang yang berdosa.’” (QS 034:033)


Alquran Surat Saba Ayat 34

Allah Ta’ala berfirman,

وَقَالَ الَّذِیۡنَ اسۡتُضۡعِفُوۡا لِلَّذِیۡنَ اسۡتَکۡبَرُوۡا بَلۡ مَکۡرُ الَّیۡلِ وَالنَّہَارِ اِذۡ تَاۡمُرُوۡنَنَاۤ اَنۡ نَّکۡفُرَ بِاللّٰہِ وَنَجۡعَلَ لَہٗۤ اَنۡدَادًا ؕ وَاَسَرُّوا النَّدَامَۃَ لَمَّا رَاَوُا الۡعَذَابَ ؕ وَجَعَلۡنَا الۡاَغۡلٰلَ فِیۡۤ اَعۡنَاقِ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا ؕ ہَلۡ یُجۡزَوۡنَ اِلَّا مَا کَانُوۡا یَعۡمَلُوۡنَ ﴿۳۴﴾

Artinya: “Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, ‘Tidak, bahkan itu adalah rencanamu malam dan siang, ketika kamu menyuruh kami supaya kami ingkar kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya.’ Dan mereka akan menyembunyikan penyesalan-nya ketika mereka menyaksikan azab itu. Dan Kami akan memasangkan belenggu pada leher orang-orang yang ingkar. Tidaklah mereka dibalas kecuali untuk apa yang telah mereka kerjakan” (QS 034:034)

Penjelasan: Asarra hū berarti, ia menyembunyikannya; ia menzahirkannya (Lane). Sedangkan A’nāq berarti leher, penghulu-penghulu atau orang-orang besar (Lane).


Alquran Surat Shad Ayat 3

Allah Ta’ala berfirman,

بَلِ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا فِیۡ عِزَّۃٍ وَّشِقَاقٍ ﴿۳﴾

Artinya: “Tetapi orang-orang kafir berada dalam kesombongan dan permusuhan.” (QS 038:003)

Penjelasan: Akar utama segala dosa dan keingkaran ialah kebanggaan yang semu, kecongkakan, dan keangkuhan. Dosa pertama yang telah dilakukan oleh setan ialah bahwa ia telah menolak tunduk kepada Adam (as) atas anggapan palsu memiliki derajat lebih mulia daripada Adam (as) “Aku lebih baik daripada dia” (QS.7:13) telah senantiasa menjadi kebanggaan orang-orang ingkar dan telah mencegah mereka menerima kebenaran di masa setiap nabi.


Alquran Surat Shod Ayat 76

Allah Ta’ala berfirman,

قَالَ یٰۤاِبۡلِیۡسُ مَا مَنَعَکَ اَنۡ تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِیَدَیَّ ؕ اَسۡتَکۡبَرۡتَ اَمۡ کُنۡتَ مِنَ الۡعَالِیۡنَ ﴿۷۶﴾

Artinya: “Dia (Allah) berfirman, ‘Hai iblis, apakah yang telah menghalangimu untuk taat kepada apa yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku? Apakah (karena) engkau takabur ataukah (karena) engkau (menganggap) termasuk orang-orang yang lebih tinggi (untuk menaati perintahku)?’” (QS 038:076)

Penjelasan: Kata-kata, “dengan kedua tangan-Ku,” berarti, “Aku telah menjadikan dia supaya menampakkan di dalam dirinya segala sifat-Ku.”


Alquran Surat Az-Zumar Ayat 60

Allah Ta’ala berfirman,

بَلٰی قَدۡ جَآءَتۡکَ اٰیٰتِیۡ فَکَذَّبۡتَ بِہَا وَاسۡتَکۡبَرۡتَ وَکُنۡتَ مِنَ الۡکٰفِرِیۡنَ ﴿۶۰﴾

Artinya: “Mengapa tidak, sesungguhnya telah datang kepadamu tanda-tanda-Ku, tetapi kamu telah mendustakannya dan berlaku sombong dan engkau termasuk di antara orang-orang kafir” (QS 039:060)


Alquran Surat Az-Zumar Ayat 61

Allah Ta’ala berfirman,

وَیَوۡمَ الۡقِیٰمَۃِ تَرَی الَّذِیۡنَ کَذَبُوۡا عَلَی اللّٰہِ وُجُوۡہُہُمۡ مُّسۡوَدَّۃٌ ؕ اَلَیۡسَ فِیۡ جَہَنَّمَ مَثۡوًی لِّلۡمُتَکَبِّرِیۡنَ ﴿۶۱﴾

Artinya: “Dan pada Hari Kiamat engkau akan melihat orang-orang yang telah berdusta terhadap Allah muka mereka menjadi hitam. Bukankah dalam Jahanam itu ada tempat tinggal bagi orang-orang yang sombong?” (QS 039:061)


Alquran Surat Az-Zumar Ayat 73

Allah Ta’ala berfirman,

قِیۡلَ ادۡخُلُوۡۤا اَبۡوَابَ جَہَنَّمَ خٰلِدِیۡنَ فِیۡہَا ۚ فَبِئۡسَ مَثۡوَی الۡمُتَکَبِّرِیۡنَ ﴿۷۳﴾

Artinya: “Akan dikatakan, ‘Masukilah pintu-pintu Jahanam, kalian akan tinggal lama dalamnya. Maka sangat buruklah tempat tinggal orang-orang sombong.’” (QS 039:073)

Penjelasan: Ayat ini menjelaskan ayat sebelumnya (Az Zumar Ayat 72) yang membahas orang-orang kafir yang digiring ke Jahanam karena mereka mengingkari Rasul-Rasul yang diutus kepada mereka.


Alquran Surat Al-Mu’min Ayat 28

Allah Ta’ala berfirman,

وَقَالَ مُوۡسٰۤی اِنِّیۡ عُذۡتُ بِرَبِّیۡ وَرَبِّکُمۡ مِّنۡ کُلِّ مُتَکَبِّرٍ لَّا یُؤۡمِنُ بِیَوۡمِ الۡحِسَابِ ﴿٪۲۸﴾

Artinya: “Dan Musa berkata, ‘Aku berlindung kepada Tuhan-ku dan Tuhanmu dari setiap orang-orang yang sombong, yang tidak beriman kepada Hari Perhitungan.’” (QS 040:028)


Alquran Surat Al-Mu’min Ayat 36

Allah Ta’ala berfirman,

الَّذِیۡنَ یُجَادِلُوۡنَ فِیۡۤ اٰیٰتِ اللّٰہِ بِغَیۡرِ سُلۡطٰنٍ اَتٰہُمۡ ؕ کَبُرَ مَقۡتًا عِنۡدَ اللّٰہِ وَعِنۡدَ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا ؕ کَذٰلِکَ یَطۡبَعُ اللّٰہُ عَلٰی کُلِّ قَلۡبِ مُتَکَبِّرٍ جَبَّارٍ ﴿۳۶﴾

Artinya: “Orang-orang yang berbantah mengenai ayat-ayat Allah tanpa dalil-dalil yang datang kepada mereka (dari Allah). Amat besar kemurkaan di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mencap setiap hati yang sombong, yang angkuh.” (QS 040:036)


Alquran Surat Al-Mu’min Ayat 48

Allah Ta’ala berfirman,

وَاِذۡ یَتَحَآجُّوۡنَ فِی النَّارِ فَیَقُوۡلُ الضُّعَفٰٓؤُا لِلَّذِیۡنَ اسۡتَکۡبَرُوۡۤا اِنَّا کُنَّا لَکُمۡ تَبَعًا فَہَلۡ اَنۡتُمۡ مُّغۡنُوۡنَ عَنَّا نَصِیۡبًا مِّنَ النَّارِ ﴿۴۸﴾

Artinya: “Dan, ketika mereka akan berbantah satu sama lain dalam api, orang-orang yang lemah akan berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, ‘Sesungguhnya kami pengikut kamu; maka dapatkah kamu melepaskan dari kami sebagian (siksaan) dari api?’” (QS 040:048)


Alquran Surat Al-Mu’min Ayat 49

Allah Ta’ala berfirman,

قَالَ الَّذِیۡنَ اسۡتَکۡبَرُوۡۤا اِنَّا کُلٌّ فِیۡہَاۤ ۙ اِنَّ اللّٰہَ قَدۡ حَکَمَ بَیۡنَ الۡعِبَادِ ﴿۴۹﴾

Artinya: “Orang-orang yang menyombongkan diri akan berkata, ‘Sekarang kita semua berada di dalamnya, sesungguhnya Allah telah memutuskan di antara hamba-hamba-(Nya).’” (QS 040:049)


Alquran Surat Al-Mu’min Ayat 61

Allah Ta’ala berfirman,

وَقَالَ رَبُّکُمُ ادۡعُوۡنِیۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَکُمۡ ؕ اِنَّ الَّذِیۡنَ یَسۡتَکۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِیۡ سَیَدۡخُلُوۡنَ جَہَنَّمَ دٰخِرِیۡنَ ﴿٪۶۱﴾

Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku; Aku akan mengabulkan (doa)-mu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri untuk beribadah kepada-Ku, mereka pasti akan masuk ke dalam Jahanam dalam keadaan terhina.’” (QS 040:061)


Alquran Surat Al-Mu’min Ayat 76

Allah Ta’ala berfirman,

ذٰلِکُمۡ بِمَا کُنۡتُمۡ تَفۡرَحُوۡنَ فِی الۡاَرۡضِ بِغَیۡرِ الۡحَقِّ وَبِمَا کُنۡتُمۡ تَمۡرَحُوۡنَ ﴿ۚ۷۶﴾

Artinya: “Hal demikian adalah disebabkan kamu dahulu bersenang-senang di bumi tanpa hak, dan karena kamu berlaku sombong.” (QS 040:076)


Alquran Surat Al-Mu’min Ayat 77

Allah Ta’ala berfirman,

اُدۡخُلُوۡۤا اَبۡوَابَ جَہَنَّمَ خٰلِدِیۡنَ فِیۡہَا ۚ فَبِئۡسَ مَثۡوَی الۡمُتَکَبِّرِیۡنَ ﴿۷۷﴾

Artinya: “Masukilah pintu-pintu Jahanam untuk tinggal lama di dalamnya, maka sangat buruklah tempat tinggal orang-orang sombong.” (QS 040:077)


Alquran Surat Haa Miim As-Sajadah Ayat 16

Allah Ta’ala berfirman,

فَاَمَّا عَادٌ فَاسۡتَکۡبَرُوۡا فِی الۡاَرۡضِ بِغَیۡرِ الۡحَقِّ وَقَالُوۡا مَنۡ اَشَدُّ مِنَّا قُوَّۃً ؕ اَوَلَمۡ یَرَوۡا اَنَّ اللّٰہَ الَّذِیۡ خَلَقَہُمۡ ہُوَ اَشَدُّ مِنۡہُمۡ قُوَّۃً ؕ وَکَانُوۡا بِاٰیٰتِنَا یَجۡحَدُوۡنَ ﴿۱۶﴾

Artinya: “Adapun tentang kaum ‘Ad mereka berlaku sombong di bumi tanpa hak, dan mereka berkata, ‘Siapakah yang lebih hebat daripada kami dalam kekuatan? Apakah mereka tidak melihat bahwa Allah Yang menciptakan mereka, Dia lebih hebat daripada mereka dalam hal kekuatan? Tetapi mereka masih juga menolak tanda-tanda Kami.’” (QS 041:016)


Alquran Surat Haa Miim As-Sajadah Ayat 39

Allah Ta’ala berfirman,

فَاِنِ اسۡتَکۡبَرُوۡا فَالَّذِیۡنَ عِنۡدَ رَبِّکَ یُسَبِّحُوۡنَ لَہٗ بِالَّیۡلِ وَالنَّہَارِ وَہُمۡ لَا یَسۡـَٔمُوۡنَ ﴿ٛ۳۹﴾

Artinya: “Tetapi jika mereka berlaku sombong, sedang orang-orang yang berada di sisi Tuhan engkau bertasbih kepada-Nya pada malam dan siang, dan mereka tidak pernah merasa lelah.” (QS 041:039)


Alquran Surat Ad-Dukhan Ayat 32

Allah Ta’ala berfirman,

مِنۡ فِرۡعَوۡنَ ؕ اِنَّہٗ کَانَ عَالِیًا مِّنَ الۡمُسۡرِفِیۡنَ ﴿۳۲﴾

Artinya: “dari Fir‘aun. Sesungguhnya ia adalah orang yang sombong, termasuk orang-orang yang melampaui batas.” (QS 044:032)


Alquran Surat Al-Jatsiyah Ayat 9

Allah Ta’ala berfirman,

یَّسۡمَعُ اٰیٰتِ اللّٰہِ تُتۡلٰی عَلَیۡہِ ثُمَّ یُصِرُّ مُسۡتَکۡبِرًا کَاَنۡ لَّمۡ یَسۡمَعۡہَا ۚ فَبَشِّرۡہُ بِعَذَابٍ اَلِیۡمٍ ﴿۹﴾

Artinya: “Yang mendengar ayat-ayat Allah ketika dibacakan kepadanya, kemudian ia bersikeras dengan kesombongan seolah-olah tidak mendengarnya, maka berikanlah kepadanya kabar tentang azab yang pedih.” (QS 045:009)


Alquran Surat Al-Jatsiyah Ayat 32

Allah Ta’ala berfirman,

وَاَمَّا الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا ۟ اَفَلَمۡ تَکُنۡ اٰیٰتِیۡ تُتۡلٰی عَلَیۡکُمۡ فَاسۡتَکۡبَرۡتُمۡ وَکُنۡتُمۡ قَوۡمًا مُّجۡرِمِیۡنَ ﴿۳۲﴾

Artinya: “Dan orang-orang yang ingkar (akan dikatakan kepada mereka), ‘Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu? Namun kamu berlaku sombong dan kamu adalah kaum yang berdosa.’” (QS 045:032)


Alquran Surat Al-Ahqof Ayat 11

Allah Ta’ala berfirman,

قُلۡ اَرَءَیۡتُمۡ اِنۡ کَانَ مِنۡ عِنۡدِ اللّٰہِ وَکَفَرۡتُمۡ بِہٖ وَشَہِدَ شَاہِدٌ مِّنۡۢ بَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ عَلٰی مِثۡلِہٖ فَاٰمَنَ وَاسۡتَکۡبَرۡتُمۡ ؕ اِنَّ اللّٰہَ لَا یَہۡدِی الۡقَوۡمَ الظّٰلِمِیۡنَ ﴿٪۱۱﴾

Artinya: “Katakanlah, ‘Terangkanlah kepadaku jika (Al-Qur’an) ini dari Allah dan kamu mengingkarinya, padahal seorang saksi dari Bani Israil memberi kesaksian mengenai (kedatangan) seseorang semisalnya kemudian ia beriman, akan tetapi kamu berlaku sombong (untuk beriman)?’ Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang aniaya.” (QS 046:011)

Penjelasan: Saksi dari antara Bani Israil adalah Nabi Musa (as). Kepada nubuatannya yang berkenaan dengan kedatangan Rasulullah Saw itulah yang telah diisyaratkan dalam ayat ini. Adapun nubuatan itu berbunyi sebagai berikut, “Bahwa Aku akan menjadikan bagi mereka itu seorang nabi dari antara segala saudaranya, yang seperti engkau, dan Aku akan memberikan segala firman-Ku dalam mulutnya dan ia pun akan mengatakan segala yang Kusuruh akan dia. Bahwa sesungguhnya barangsiapa yang tidak mau dengar akan segala firman-Ku yang akan dikatakan olehnya dengan nama-Ku niscaya Aku menuntutnya kelak kepada orang itu” (Ulangan 18:18-19).

Hadhrat Khalifatul Masih IV (rh) menjelaskan, Di sini, maksud dari ‘syaahid’ adalah Nabi Musa (as), dan maksud beriman kepadanya adalah beriman kepada nabi yang akan datang, yakni Rasulullah Saw yang kedatangannya telah diberi kesaksian oleh beliau (as), sebagaimana disebutkan, “Aku akan membangkitkan kepada mereka seorang nabi seperti engkau diantara saudara-saudara mereka dan akan meletakkan kalam-Ku di mulutnya dan apapun yang Kuperintahkan kepadanya, dia akan katakan kepada mereka.” (Ulangan 18:18) dan maksud dari ‘wastakbartum’ adalah kaum Bani Israil yang akan mengingkari Rasulullah Saw. Dijelaskan kepada mereka bahwa pendiri umat kalian beriman kepada Rasulullah Saw, akan tetapi kalian mengingkarinya. Seolah-olah selamanya kebanggaan kalian dalam pengingkaran terjadi karena ketakaburan.


Alquran Surat Al-Ahqof Ayat 21

Allah Ta’ala berfirman,

وَیَوۡمَ یُعۡرَضُ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا عَلَی النَّارِ ؕ اَذۡہَبۡتُمۡ طَیِّبٰتِکُمۡ فِیۡ حَیَاتِکُمُ الدُّنۡیَا وَاسۡتَمۡتَعۡتُمۡ بِہَا ۚ فَالۡیَوۡمَ تُجۡزَوۡنَ عَذَابَ الۡہُوۡنِ بِمَا کُنۡتُمۡ تَسۡتَکۡبِرُوۡنَ فِی الۡاَرۡضِ بِغَیۡرِ الۡحَقِّ وَبِمَا کُنۡتُمۡ تَفۡسُقُوۡنَ ﴿٪۲۱﴾

Artinya: “Dan (ingatlah) pada hari ketika orang-orang yang ingkar akan dihadapkan kepada api, (akan dikatakan kepada mereka), ‘Kamu telah menghabiskan segala yang baik di dalam kehidupan duniamu, dan kamu telah menikmatinya. Maka pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang hina, disebabkan kamu berlaku sombong di bumi tanpa hak, dan karena kamu telah berbuat durhaka.’” (QS 046:021)

Penjelasan: Pada Hari Pembalasan orang-orang kufur dihadapkan kepada akibat-akibat perbuatan buruk mereka, mereka akan diberitahu bahwa mereka telah mengeksploitasi sepenuhnya dan menguras habis nikmat dunia, yang telah dilimpahkan Tuhan kepada mereka hingga ampasnya, dan tidak memanfaatkannya untuk tujuan-tujuan baik, melainkan untuk keberhasilan maksud-maksud kotor mereka, maka mereka sekarang harus bersiap-siap menanggung kehinaan dan kenistaan sebagai balasan yang setimpal dengan perbuatan-perbuatan buruk mereka.


Alquran Surat Al-Fath Ayat 27

Allah Ta’ala berfirman,

اِذۡ جَعَلَ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا فِیۡ قُلُوۡبِہِمُ الۡحَمِیَّۃَ حَمِیَّۃَ الۡجَاہِلِیَّۃِ فَاَنۡزَلَ اللّٰہُ سَکِیۡنَتَہٗ عَلٰی رَسُوۡلِہٖ وَعَلَی الۡمُؤۡمِنِیۡنَ وَاَلۡزَمَہُمۡ کَلِمَۃَ التَّقۡوٰی وَکَانُوۡۤا اَحَقَّ بِہَا وَاَہۡلَہَا ؕ وَکَانَ اللّٰہُ بِکُلِّ شَیۡءٍ عَلِیۡمًا ﴿٪۲۷﴾

Artinya: “Ketika orang-orang yang ingkar menyimpan kesombongan dalam hati mereka, kesombongan jahiliyah, maka Allah menurunkan ketentraman-Nya kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang mukmin, dan membuat mereka berpegang teguh kepada kalimat takwa dan mereka lebih berhak memilikinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS 048:027)

Penjelasan: Bertentangan dengan tradisi dan adat-kebiasaan mereka sendiri bahwa orang yang mau menghampiri Ka’bah dan bertawaf tidak boleh dirintangi dalam keempat bulan suci — dari adanya rasa harga diri yang palsu dan bangga akan kebangsaannya, orang-orang musyrik Mekah, telah membuat hal itu sebagai dasar bagi kehormatan mereka untuk tidak memperkenankan orang-orang Muslim memasuki kota Mekah dan melaksanakan umrah. Akan tetapi “Allah menurunkan ketenteraman-Nya” atas orang-orang Muslim, dan kendatipun mereka sangat bingung atas syarat-syarat Perjanjian yang nampaknya seperti menghinakan itu, namun karena menghormati kehendak dan perintah Junjungan yang dicintai mereka. Mereka memikul segala itu dengan mawas diri secara patut, sabar, dan tidak meninggalkan sikap jujur dan takwa, walaupun berada di bawah cekaman suasana yang teramat memancing kemarahan. Hanya sahabat-sahabat Rasulullah Saw sendirilah yang mampu memperlihatkan contoh semulia itu


Alquran Surat Al-Qamar Ayat 26

Allah Ta’ala berfirman,

ءَاُلۡقِیَ الذِّکۡرُ عَلَیۡہِ مِنۡۢ بَیۡنِنَا بَلۡ ہُوَ کَذَّابٌ اَشِرٌ ﴿۲۶﴾

Artinya: “Apakah peringatan itu (hanya) diturunkan kepadanya dari antara kami? Tidak, bahkan ia seorang pendusta besar lagi amat sombong!” (QS 054:026)

Penjelasan: Ayat ini mengutip perkataan Kaum Tsamud. Ayat ini meneruskan kisah Kaum Tsamud yang dimulai dari (Surat Al-Qamar) ayat 24


Alquran Surat Al-Qamar Ayat 27

Allah Ta’ala berfirman,

سَیَعۡلَمُوۡنَ غَدًا مَّنِ الۡکَذَّابُ الۡاَشِرُ ﴿۲۷﴾

Artinya: “Segera mereka akan mengetahui besok siapa pendusta besar lagi amat sombong itu.” (QS 054:027)

Penjelasan: Ayat ini meneruskan kisah Kaum Tsamud yang dimulai dari (Surat Al-Qamar) ayat 24


Alquran Surat Al-Hadid Ayat 24

Allah Ta’ala berfirman,

لِّکَیۡلَا تَاۡسَوۡا عَلٰی مَا فَاتَکُمۡ وَلَا تَفۡرَحُوۡا بِمَاۤ اٰتٰٮکُمۡ ؕ وَاللّٰہُ لَا یُحِبُّ کُلَّ مُخۡتَالٍ فَخُوۡرِ ۣ﴿ۙ۲۴﴾

Artinya: “Supaya kamu jangan bersedih atas apa yang luput dari kamu, dan jangan (pula) kamu terlampau gembira atas apa yang telah dianugerahkan kepada kamu. Dan Allah tidak mencintai setiap orang yang membanggakan diri, lagi sombong.” (QS 057:024)


Alquran Surat Nuuh Ayat 8

Allah Ta’ala berfirman,

وَاِنِّیۡ کُلَّمَا دَعَوۡتُہُمۡ لِتَغۡفِرَ لَہُمۡ جَعَلُوۡۤا اَصَابِعَہُمۡ فِیۡۤ اٰذَانِہِمۡ وَاسۡتَغۡشَوۡا ثِیَابَہُمۡ وَاَصَرُّوۡا وَاسۡتَکۡبَرُوا اسۡتِکۡبَارًا ۚ﴿۸﴾

Artinya: “Dan sesungguhnya setiap kali aku berseru kepada mereka (untuk beriman) supaya Engkau memaafkan mereka, mereka memasukkan jari-jarinya ke dalam telinga mereka dan menutupi (mukanya dengan) pakaian mereka, dan mereka bersikukuh (dalam keingkaran) dan mereka bersikap sangat takabur.” (QS 071:008)

Penjelasan: Kata-kata, Istaghsyau Tsiyābahum, secara kiasan berarti, Mereka menolak mendengarkan Amanat Ilahi. Mereka menutup semua jalan ke dalam hati mereka terhadap Amanat itu. Tsiyāb artinya, “segala hati” (Lane).


Alquran Surat Al-Jinn Ayat 7

Allah Ta’ala berfirman,

وَّاَنَّہٗ کَانَ رِجَالٌ مِّنَ الۡاِنۡسِ یَعُوۡذُوۡنَ بِرِجَالٍ مِّنَ الۡجِنِّ فَزَادُوۡہُمۡ رَہَقًا ۙ﴿۷﴾

Artinya: “Dan sesungguhnya ada beberapa orang dari manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa orang dari jin, maka dengan demikian mereka telah menambah kesombongan (jin)” (QS 072:007)

Penjelasan: Karena kata Rijāl hanya dipakai mengenai manusia, ayat ini menunjukkan bahwa “serombongan jin” yang tersebut dalam ayat ini dan dalam Surah al-Ahqaf itu adalah manusia dan bukan suatu jenis makhluk lain mana pun. Kata Arab jin di sini, dapat berarti orang-orang besar dan berpengaruh, dan Ins – orang-orang rendah dan hina, yang dengan mengikuti golongan tersebut pertama dan mencari lindungan mereka itu, meningkatkan kesombongan dan keangkuhan mereka.


Alquran Surat Al-Qiyamah Ayat 34

Allah Ta’ala berfirman,

ثُمَّ ذَہَبَ اِلٰۤی اَہۡلِہٖ یَتَمَطّٰی ﴿ؕ۳۴﴾

Artinya: “Kemudian ia pergi kepada keluarganya dengan berlagak sombong.” (QS 075:034)

Penjelasan: Ayat tersebut menggambarkan orang-orang yang ingkar dengan perintah Allah